jingga

Jingga menari di batas cakrawala,
menghapus biru, menenangkan gulana.
Langit perlahan memeluk senja,
seperti hati yang pulang pada doa.

Langkah-langkah hari mulai perlahan,
tertutup bayang, tersapu angin malam.
Namun cahaya itu tak benar-benar padam,
ia tinggal dalam dada, diam-diam.

Jingga bukan sekadar warna,
ia cerita tentang yang tak sempat tersapa.
Tentang rindu yang tak sempat tiba,
tentang pulang yang masih tertunda.

Jingga,
ajarkan kami mencintai perpisahan,
seperti langit mencintai senja tanpa penyesalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hubungan antara materi pada blog dan Facebook

Rangkuman bahasa indonesia di buku tka

hasil pengamatan bunga di lingkungan sekolah